Hallo Guys kali ini Blog edimenulis akan share tentang Biodata,
Nama : Edi Susanto
TTL : Lampung Timur 20 Juni 1987
Hobi : Membaca, Browsing,dan download,Jalan-jalan melintasi alam yang Hijau dan Sejuk.
Friday, April 26, 2019
Setelah Berak di Celana, Eko Pulang Jalan Kaki
Aku masuk Sekolah Dasar (SD) tahun 1994. Aku didaftarkan Bapakku ke SD Negeri 4 Desa Gedung Wani Lampung Timur. Di kelas satu kami belajar membaca. Pertama-tama menghapal huruf dari A-Z, mengeja kata, dan membaca kalimat.
Sampai sekarang aku masih ingat kalimat yang harus kami baca: “Ini Budi”, “Ini Ibu Budi”, “Budi Lapar”, “Ini Bapak Budi”, dan seterusnya bersama Ibu Sumiatun. Beliau sangat berjasa karena membuat kami bisa membaca, menulis, dan berhitung.
Selain belajar membaca, yang sering sekali terkenang adalah kisah temanku si Eko. Setelah berminggu-minggu sekolah, kami berteman satu sama lain dan saling kenal. Eko adalah temanku yang pemalu dan penakut bahkan untuk ke WC saja dia tidak berani.
Ketika pelajaran terakhir dimulai Eko sangat ingin ke WC tapi tidak berani bilang ke aku bahkan ke Ibu Sumiatun. Wajahnya pucat menahan perutnya yang sejak lama sudah minta dibawa ke kamar kecil. Saat Ibu Guru menanayainya Eko berbohong bahwa dia baik-baik saja.
Kelasku yang tadinya hening tiba-tiba ribut. Kelasku tiba-tiba saja bau. Ada teman bertanya dengan suara keras, “Siapa nih yang berak?” yang langsung membuat kami saling tuduh. Tapi tidak ada yang mengaku juga. Ibu Guru pun menanyai murid satu per satu, tidak ada yang mengaku juga. “Teng..teng..” saling tuduh dihentikan suara lonceng pulang.
Saat berjalan ke luar kelas tiba-tiba kotoran Eko jatuh ke lantai kelas, “plek” begitu bunyinya. Ternyata bau yang menyengat selama pelajaran tadi adalah kotoran Eko yang keluar di celana. Melihat itu teman-teman langsung berteriak lalu menutup hidung sedangkan Eko menutupi mukanya dengan tas punggung, malu.
Ibu Siti segera mengatasi kondisi tersebut, dengan sabar membersihkan kotoran Eko yang jatuh ke lantai. Setelah bersih Eko mulai berjalan pelan-pelan lalu pulang ke rumah jalan kaki.
Edi Susanto
Guru Sekolah Tenera
Sampai sekarang aku masih ingat kalimat yang harus kami baca: “Ini Budi”, “Ini Ibu Budi”, “Budi Lapar”, “Ini Bapak Budi”, dan seterusnya bersama Ibu Sumiatun. Beliau sangat berjasa karena membuat kami bisa membaca, menulis, dan berhitung.
Selain belajar membaca, yang sering sekali terkenang adalah kisah temanku si Eko. Setelah berminggu-minggu sekolah, kami berteman satu sama lain dan saling kenal. Eko adalah temanku yang pemalu dan penakut bahkan untuk ke WC saja dia tidak berani.
Ketika pelajaran terakhir dimulai Eko sangat ingin ke WC tapi tidak berani bilang ke aku bahkan ke Ibu Sumiatun. Wajahnya pucat menahan perutnya yang sejak lama sudah minta dibawa ke kamar kecil. Saat Ibu Guru menanayainya Eko berbohong bahwa dia baik-baik saja.
Kelasku yang tadinya hening tiba-tiba ribut. Kelasku tiba-tiba saja bau. Ada teman bertanya dengan suara keras, “Siapa nih yang berak?” yang langsung membuat kami saling tuduh. Tapi tidak ada yang mengaku juga. Ibu Guru pun menanyai murid satu per satu, tidak ada yang mengaku juga. “Teng..teng..” saling tuduh dihentikan suara lonceng pulang.
Saat berjalan ke luar kelas tiba-tiba kotoran Eko jatuh ke lantai kelas, “plek” begitu bunyinya. Ternyata bau yang menyengat selama pelajaran tadi adalah kotoran Eko yang keluar di celana. Melihat itu teman-teman langsung berteriak lalu menutup hidung sedangkan Eko menutupi mukanya dengan tas punggung, malu.
Ibu Siti segera mengatasi kondisi tersebut, dengan sabar membersihkan kotoran Eko yang jatuh ke lantai. Setelah bersih Eko mulai berjalan pelan-pelan lalu pulang ke rumah jalan kaki.
Edi Susanto
Guru Sekolah Tenera
Wednesday, April 24, 2019
KARTINI KECILKU SUDAH BISA MENGHIDUPKAN DAN MEMATIKAN KOMPUTER
Kartini Kecilku berna lengkap Zia Nur Walidyni Lahir di Kota Bani 26
Desember 2017 di Puskes Sebelat, setelah lahir sekitar 9 hari Kartini kecilku
sudah tumbuh giginya 2 dibagian bawah dan ini merupakan suatu hal yang langka
yang diberikan oleh Tuhan. Pada Suatu hari kartini Kecilku melihat aku sedang
mengoperasikan laptop disebuah meja kecilku, pada saat itu kartini kecilku
(Putriku Zia) terlihat memperhatikan gerak-gerikku dalam beraktivitas,
mengetik, browsing di Internet dan hal ini sering dalam memperhatikanku
sehari-hari. Keesokan harinya sekitar bulan april kartiniku tiba -tiba menagis dan menunjuk sebuah benda
yaitu Laptopku, ia ingin mengetk dan akupun memberikan laptopku dalam keadaan
mati, tiba-tiba Kartini kecilku menggunakan jari telunjuknya kearah tombol
power Lptopku, beberapa detik kemudian laptoppun hidup menampilkan sebuah
sistem operasi windows sampai finish dan laptoppun siap digunakan, ekspresi
wajah si Zia (Kartini Kecilku) terlihat senyum dan tak lama kemudia diapun
mengetik ala Zia sembarang tombol, dan tak di sangka-sangka setelah aku
perhatikan Kartini kecilku menekan tombol f2 dan disitu ada simbol matahari
yang artinya layar redup, kemudian menekan lagi tombol f3 dengan logo matahari
yang artinya laptoppun cahayanya terang pada layarnya,aku terkejut,
bertahun-tahun aku jarang menggunakan fungsi tersebut. dan tanpa kusadari aku
baru tahu fungsi itu dari Putri kecilku, seakan dia mengajariku.setelah
beberapa menit kemudian akupun mematikan Komputerku sambil memperhatikanku. Dan
tak lama kemudian Putriku Menghidupkan lagi, setelah hidup dimatikan lagi,
setelah itu diapun tepuk tangan sambil tertawa. Terimakasih Kartini kecilku
sudah bisa menunjukan kebanggaan Ayah.
Edi Susanto,S.Pd.I
Guru SMA Tenera.
Subscribe to:
Comments (Atom)